JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar Seminar Nasional bertajuk "Geopolitik Indonesia 2045" sebagai bagian dari rangkaian program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Forum strategis ini mempertemukan para pakar pertahanan, akademisi, dan pemimpin sektor strategis untuk memetakan posisi tawar Indonesia di panggung dunia dalam dua dekade mendatang.
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai geopolitik dan geostrategi merupakan harga mati bagi setiap pemimpin bangsa. "Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pergeseran kekuatan global di kawasan Indo-Pasifik. Kita harus menjadi jangkar stabilitas yang dipandu oleh nilai-nilai luhur Pancasila," tegasnya.
Fokus Utama Seminar:
- Indo-Pasifik sebagai Poros Utama: Menganalisis peran Indonesia sebagai titik tumpu maritim dunia dalam menjaga keseimbangan kekuatan besar di kawasan.
- Ketahanan Nasional Berbasis Digital: Membahas kedaulatan data dan teknologi sebagai instrumen geopolitik baru yang krusial bagi keamanan nasional di masa depan.
- Diplomasi Ekonomi dan Sumber Daya: Strategi optimalisasi kekayaan alam dan hilirisasi industri untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok global.
- Visi Indonesia Emas 2045: Menyiapkan generasi pemimpin yang memiliki wawasan global namun tetap teguh pada identitas kebangsaan Indonesia.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan perumusan rekomendasi kebijakan strategis yang akan disampaikan kepada Presiden RI sebagai masukan dalam penguatan ketahanan nasional jangka panjang.