JAKARTA – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menyelenggarakan program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan dengan fokus khusus pada tantangan ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan instrumen pertahanan negara. "Di era krisis iklim dan dinamika global saat ini, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi landasan bagi kita untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan," ujarnya di hadapan para peserta.
Poin-Poin Utama Diskusi Strategis:
- Kemandirian Pangan Lokal: Mendorong diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal guna mengurangi ketergantungan pada impor komoditas strategis.
- Modernisasi Pertanian (Agroteknologi): Pemanfaatan teknologi digital dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi rantai pasok pangan nasional.
- Ketahanan Terhadap Krisis Global: Merumuskan mitigasi risiko terhadap dampak perubahan iklim dan gangguan distribusi logistik internasional yang dapat mengancam stabilitas harga pangan dalam negeri.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta (Indonesia Incorporated) dalam menjaga empat pilar pangan: ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, dan stabilitas kualitas gizi.
Melalui kegiatan ini, Lemhannas RI berharap para alumni pemantapan nilai kebangsaan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengimplementasikan strategi ketahanan pangan di instansi masing-masing, demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.